Meskipun demikian, pagi ini Karyamin sudah dua kali tergelincir. Tubuhnya rubuh lalu
menggelinding ke bawah, berkejaran dengan batu-batu yang tumpah dari keranjangnya.
Dan setiap kali jatuh, Karyamin menjadi bahan tertawaan kawan-kawannya. Mereka, para
pengumpul batu itu, senang mencari hiburan dengan cara menertawakan diri mereka
sendiri. Kali ini Karyamin merayap lebih hati-hati. Meski dengan lutut yang sudah bergetar
jemari kaki dicengkeramkannya ke tanah. Segala perhatian dipusatkan pada
pengendalian keseimbangan sehingga wajahnya kelihatan tegang.
25. Penggambaran karakter Karyamin pada kutipan di atas menggunakan majas...
A. Simile
C. Hiperbola
B. Metafora
D. Personifikasi​

Meskipun demikian, pagi ini Karyamin sudah dua kali tergelincir. Tubuhnya rubuh lalu
menggelinding ke bawah, berkejaran dengan batu-batu yang tumpah dari keranjangnya.
Dan setiap kali jatuh, Karyamin menjadi bahan tertawaan kawan-kawannya. Mereka, para
pengumpul batu itu, senang mencari hiburan dengan cara menertawakan diri mereka
sendiri. Kali ini Karyamin merayap lebih hati-hati. Meski dengan lutut yang sudah bergetar
jemari kaki dicengkeramkannya ke tanah. Segala perhatian dipusatkan pada
pengendalian keseimbangan sehingga wajahnya kelihatan tegang.
25. Penggambaran karakter Karyamin pada kutipan di atas menggunakan majas...
A. Simile
C. Hiperbola
B. Metafora
D. Personifikasi​ C. Hiperbola, maaf kalo salah :))) [answer.2.content]